Sabtu, 23 Oktober 2010

Sebuah penat yang tak tentu arah

Apa yang selalu membuatku sesak ternyata adalah diriku sendiri
Aku terlalu memikirkan banyak hal dalam pikiranku
Selalu menelaahnya dalam-dalam
Yang kupikirkan jelas apa yang terjadi di sekitarku
Apa yang orang lain rasakan
Apa aku melakukan kesalahan

Kadang aku berpikir
Apakah jalan yang kupilih benar adanya
Apakah yang kupikir ini benar ternyata adalah sebuah kesalahan

Semua berkumpul jadi satu dalam benakku
Menumpukkan sebuah penat yang sama sekali tak berhubungan
Menumpukkan sebuah rasa sesak yang tak mungkin dilupakan
Sebuah masalah yang jelas akan timbul bila aku membuka gerbang

Apa yang harus kulakukan, Ya Allah
Apakah aku harus terus seperti ini?
Menampung segala apa yang ditumpahkan
Menerima apapun yang diteriakkan orang
Tanpa mereka bisa mendengar apa yang aku teriakkan
Ya Allah, tolonglah hamba-Mu ini yang tidak berguna
Hamba-Mu yang selalu berteriak tak tahu malu pada-Mu mohon pertolongan
Kasihilah kami, Ya Allah
Hanya pada-Mu kami memohon
Dan hanya pada-Mu kami berserah diri

Senin, 18 Oktober 2010

Tidak Ada Yang Salah

Entah apa yang terjadi pada diriku
Tak ada yang benar dan tak ada yang salah
Akulah yang salah pada temanku
Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya..
Aku tidak dapat mengontrol diriku hari ini
Semua berjalan sesuai dengan perasaan tidak enakku yang berlangsung lama
Aku tidak tahu darimana ini berasal
Semuanya tumpah begitu saja tanpa ada yang menahannya
Mungkin ini semua berasal dari dalam diriku
Aku tidak bisa sepenuhnya jujur pada diriku maupun pada orang lain
Aku berusaha menutupinya dengan sikapku yang ceria
Hebatnya tak kan ada yang menyadarinya sampai seseorang menemukan tulisanku ini
Hanya diriku yang sedikit pucat dan sakit yang kutunjukkan
Maka mereka akan mengira aku sakit dan sebagainya
Tak pernah ada orang yang benar-benar memahamiku
Bahkan orang tuaku yang membesarkan diriku
Hanya Engkau, Ya Allah yang selalu mengerti

Namun yang kubutuhkan adalah seseorang yang mengerti diriku secara nyata
Hanya dia yang kubutuhkan, hanya satu orang

Sudah sejak lama aku meminta hal ini pada-Mu
Setelah orang yang kubutuhkan itu kau ambil begitu saja
Aku membutuhkan pengganti, Ya Allah
Aku mengerti, segala hal yang kubutuhkan sudah ada
Dan semuanya serba indah dan menyenangkan
Orang tua yang perhatian dan penyayang
Keluarga yang mendukung dengan sepenuh hati
Teman-teman yang baik
Sahabat yang selalu ada
Namun, hal itu tidak cukup untukku
Aku menginginkan lebih.. aku ingin saudara kembarku
Yang mengerti apa yang kurasakan tanpa harus mengatakannya
Yang akan bertindak membelaku bila memang itu terlalu kejam

Aku tahu Engkau selalu memberikan yang terbaik untuk diriku
Memberiku kekuatan lebih yang tidak di punyai oleh orang lain
Memberiku pendamping yang selalu ada walau aku tak menyadarinya secara nyata
Memberiku kekuatan untuk berbohong yang membuat orang-orang sekitarku tenang
Memberiku rahmat yang membuatku disayang semua orang
Tapi rasanya bila orang itu hilang, aku merasa benar-benar kehilangan
Aku mengerti ada waktunya tuk tiap orang
Namun, apakah aku harus sendirian seperti ini, Ya Allah??
di dunia ini???

Aku tahu Engkau selalu ada untukku
Aku tahu Engkau merencanakan hal terbaik untukku
Namun, apakah aku akan bisa bertahan dengan keadaanku yang tidak stabil ini?
Keadaanku yang membuatku kasar pada yang lain???
Kondisiku yang lemah secara psikis dan fisik??
Aku membutuhkannya Ya Allah..
Aku menginginkannya untuk diriku sendiri..
Kumohon kabulkan yang kuinginkan Ya Allah..
Mungkin ini menunjukkan bahwa aku adalah gadis yang tak tahu berterimakasih
Gadis yang tidak tahu diri
Gadis yang manja
Gadis yang tidak mandiri dan tidak dewasa..
Namun, aku tidak peduli.. Aku menginginkannya Ya Allah
Aku menginginkannya..